PRAMASTA
Ekstrakurikuler SMA Negeri 8 Bandung
Tentang Ekstrakurikuler
Tahun 1973 kepala sekolah bapak Drs. M.D. Kusnadi menganjurkan agar di SMAN 8 Bandung didirikan gerakan pramuka. Pada bulan April 1973, atas prakarsa Kabin PMUA Prop Jabar dibuka kursus Pembina Mahir di wisma Dadika Seskopol Lembang. Maka dikirimkan lah seorang guru dari SMAN 8 untuk mengikuti kursus tersebut, yaitu kak Ating Suardi. Pada bulan Mei 1973 gerakan pramuka SMAN 8 mulai dirintis, dengan anggota 14 orang penegak (7 putra dan 7 putri). Pembina putra kaka Ating Suardi dan pembina putri kak Mulyati,B.A. dibantu oleh seorang murid bernama Yeni Rohaeni yang kebetulan sudah menjadi pembina siaga di gudep lembang. Pada bulan April 1974, kak Mulyati mengikuti kurus pembina Mahir Dasar yang diselenggarakan oleh kwarcab kodya Bandung. Tahun 1975 datang seorang pembina baru yaitu kak Holil Sodiki dan kak Ihat Solihat, kedua kakak pembina ini yang membantu perkembangan pramuka SMAN 8 secara signifikan. Mereka melakukan berbagai cara untuk menarik para siswa agar mau mengikuti latihan kepramukaan, antara lain dengan memberikan kursus bahasa inggris dengan cuma cuma. Tanggal 20 Mei 1975 dalam rapat kerja dewan ambalan, mereka menetapkan nama ambalan untuk putra "PRABU EKALAYA" dan untuk putri "DEWI ANGGRAENI". Tahun 1975 diadkan rapat pemilihan Mabigus yang kemudian diresmikan pada tgl 31 Juli tahun 1975, tanggal tersebut kemudian dijadikan sebagai tanggal hari jadi Pramuka SMAN 8 hingga sekarang.
Informasi Utama
Status
Aktif